Coba amati oang-orang kaya disekitar kalian, mungkin ada diantara mereka yg sudah
kalian kenal dengan baik. Apakah mereka selalu rangking atas ketika sekolah dulu? Aku sendiri punya pengalaman beberapa kali ketemu klien2 website. Mereka pengusaha yg terbilang sukses dikotaku. Pada saat awal aku nggak terlalu kenal dengan mereka, ketika proposalku tembus, akupun makin akrab dengan mereka. ternyata, pengusaha2 itu klo menurutku kebanyakan gaptek. Bahkan ada salah satu klien yg isi pulsa HP aja nggak bisa. Selalu minta tolong staffnya untuk isikan. Ada lagi pengusaha yg pake SMS aja nggak bisa. Dia ngomong sendiri sama aku, jujur, dia bilang klo ada SMS masuk, dia nyuruh pembantu ato anggota keluarganya yg lain untuk bacakan. Trus dia tinggal ngomong aja mo bales gmaana sudah ada yg nuliskan.
Aneh juga menurutku, orang2 itu nggak pintar2 amat tp koq bisa sukses yach...? Setelah aku telusur2, aku nemu kalimat2 menarik yg aku temukan di forum. ternyata kalimat ini sudah di duplikasi di banyak blog juga. Mungkin memang ini yg bikin mereka bisa sukses meski otaknya nggak brillian2 amat. Begini kalimatnya:
Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya dia bisnis. Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang Pintar. Walhasil Bosnya orang pintar adalah orang bodoh.
Orang bodoh sering melakukan kesalahan, maka dia rekrut orang pintar yang tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah. Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.
Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya mendapatkan kerja.
Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk membayari proposal yang diajukan orang pintar.
Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato, maka dia suruh orang pintar untuk membuatnya.
Orang Bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH). oleh karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk membuat undang-undangnya orang bodoh.
Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan, sementara itu orang pintar percaya. Tapi selanjutnya orang pintar menyesal karena telah mempercayai orang bodoh. Tapi toh saat itu orang bodoh sudah ada di atas.
Orang bodoh berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu di dipikirkan panjang-panjang oleh orang pintar, walhasil orang orang pintar menjadi staffnya orang bodoh.
Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan, dia PHK orang-orang pintar yang bekerja. Tapi orang-orang pintar DEMO, Walhasil orang-orang pintar “meratap-ratap” kepada orang bodoh agar tetap di berikan pekerjaan.
Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan waktu untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.
Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa di jadikan duit. Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.
Bill gate (Microsoft), Dell, Hendri (Ford), Thomas Alfa Edison, Liem Siu Liong (BCA group) adalah orang-orang Bodoh (tidak pernah dapat S1) yang kaya. Ribuan orang-orang pintar bekerja untuk mereka. Dan puluhan ribu jiwa keluarga orang pintar bergantung pada orang bodoh.
PERTANYAAN:
1. Mending jadi orang pinter atau orang bodoh?
2. Pinteran mana antara orang pinter atau orang bodoh?
3. Mulia mana antara orang pinter atau orang bodoh?
4. Susah mana antara orang pinter atau orang bodoh?
KESIMPULAN:
1. Jangan lama-lama jadi orang pinter, lama-lama tidak sadar bahwa dirinya telah dibodohi oleh orang bodoh.
2. Jadilah Orang bodoh yang pinter dari pada jadi orang pinter yang bodoh.
3. Kata kunci nya adalah “resiko” dan “berusaha”, karena orang bodoh perpikir pendek maka dia bilang resikonya kecil, selanjutnya dia berusaha agar resiko betul-betul kecil. Orang pinter perpikir panjang maka dia bilang resikonya besar untuk selanjutnya dia tidak akan berusaha mengambil resiko tersebut. Dan mengabdi pada orang bodoh
Sabtu, September 13, 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar